Contoh Cerpen Pendidikan

Posted on

Cerpen adalah sebuah karya sastra berbentuk prosa naratif fiktif. Isinya menceritakan kisah suatu tokoh serta segala konflik beserta penyelesaiannya, ditulis secara ringkas namun padat.

Isi cerpen lebih fokus atau berpusat terhadap satu tokoh dan kondisi atau pun situasi tertentu yang mana ada puncak masalah yang disebut dengan klimaks serta penyelesaiannya.

Di dalam cerpen / cerita pendek biasanya terdapat kurang dari 10.000 kata, sehingga akan cenderung singkat dan padat namun ada pula yang panjang. Nah, berikut ini adalah Contoh Cerpen Pendidikan, langsung saja simak contoh di bawah ini ini.

Contoh Cerpen Pendidikan
Contoh Cerpen Pendidikan

Contoh Cerpen Pendidikan Moral

# Contoh Cerpen Pendidikan

Tabik Sang Pahlawan

Banyak orang yang menganggap hari senin sebagai hari yang menyebalkan dan tidak asih di banding hari-hari yang lain, lebih dari itu ada pula yang menjuluki hari Senin Monster Day. Tapi hal ini tidak untuk Indah, baginya hari Senin menjadi hari yang istimewa untuk bagi banyak orang terutama bagi para pelajar di Indonesia.

Senin, menjadi hari di mana para pelajar akan menunjukan rasa nasionalisme terhadap Negara Indonesia dan penghormatan terhadap Para Pahlawan yang sudah banyak berkorban mulai dari harta, tahta, bahkan nyawanya demi mendapatkan atau merebut kemerdekaan rakyat, bangsa, dan negara Indonesia.

Hari ini, tepatnya pukul 06.15 pagi, Indah mencium tangan kedua ayah dan ibunya, hal ini biasa di lakukan olehnya untuk pamit pergi ke sekolah. Sesampainya ia di sekolah tepatnya pukul 06.30, dilihatnya masih banyak lahan parkir yang kosong seperti biasanya. Apalagi ini hari Senin, banyak orang yang tidak senang dengan hari Senin ya hal ini disebabkan faktor di atas tadi atau dari faktor lainnya.

Faktor utama bagi sebagian pelajar yang tidak menyukai hari Senin adalah; Upacara bendera.

Kalau kita melihat ke belakang, perjuangan yang dilakukan para Pahlawan tidaklah sebanding dengan siswa yang hanya berdiri di lapangan upacara selama kurang lebih 45 menit. Apa yang dilakukan siswa-siswi? Hanya sikap sempurna dan membuka mata, telinga serta hati.

Mata berfungsi untuk melihat proses pengibaran Sang Merah Putih. Telinga untuk mendengar lagu Indonesia Raya dan lagu Nasional yang dibawakan oleh para obade.

Sementara hati untuk merenungkan dan juga ikut merasakan kesedihan para Pahlawan yang gugur di medan perang demi kemerdekaan bangsa Indonesia.

Hanya itu, bukan hal yang sulit bukan?. Tapi, kenapa banyak orang yang mengikuti upacara tapi hatinya tidak terenyuh untuk memberikan doa kepada Para Pahlawan Indonesia?

Sebenarnya batin Indah menjerit, ia juga heran terhadap kelakuan teman-temannya. Seperti saat ini, ia menemukan 2 orang di depannya berbincang-bincang saat berlangsungnya prosesi pengibaran Sang Saka Merah Putih. Melihat itu, Indah hanya mendengus sebal, tidak menegur mereka yang sebenarnya sedang berbuat kesalahan.

Hinnga prosesi pengibaran bendera selesai, kedua wanita di depannya itu masih asyik berbincang-bincang dengan volume suara yang lumyan keras.

Risih, Indah pun menegur temannya dengan menepuk bahunya kemudian menempelkan jari telunjuk nya di bibir keduanya sebagai gerakan non-verbal tujuannya agar mereka berhenti berbicara.

Namun sayangnya, cara tersebut tidak ampuh untuk mereka berdua sampai Indah melakukan cara yang sama lagi, ya Indah mengulangi cara yang tadi tapi kali ini disertai tatapan tajam Indah ketika mereka berdua– Nisa dan Pina menoleh ke balakang dengan wajah yang sinis. Sepertinya obrolan mereka terinterupsi.

“Ini sedang upacara, jangan bersuara,” kata Indah akhirnya, menyuarakan sesuatu yang yang sedari tadi ingin ia katakan.

“Pelanggaran HAM, kamu melarang kami berbicara,” jawab Nisa sengit disertai anggukan kepala Pina.

Indah hanya mendengus pelan, tidak menanggapi ucapan Nisa yang cukup menjengkelkan karena sirat makna pelanggaran HAM yang disalahgunakan.

Bahkan ketika Pak Bakir selaku Kepsek menyampaikan amanat, 2 wanita di depannya masih melakukan bincang-bincang yang kian asyik. Ya, Indah menganggap mereka berdua sedang melakukan perbincangan dari hati ke hati yang sepertinya melibatkan perasaan. Terbukti saat Indah melihat Nisa berbicara dengan emosi nya yang menggebu-gebu.

Sontak, suasana saat itu hening tanpa komando ketika Pak Bakir menunjuk salah seorang siswa laki-laki dari barisan kelas 12 untuk maju ke depan.

Wajah Pak Bakir terlihat geram, seperti ingin bertransformasi menjadi harimau jika bisa, siap menikam siswa laki-laki yang saat ini berdiri di sampingnya.

“Kamu tahu ini sedang apa?” Tanya pak Bakir pada siswa laki-laki tadi

Siswa itu pun menjawab “Upacara”. Jawabannya terkesan santai.

“Kamu tahu ini sedang apa?!” tanya Pak Bakir sekali lagi ditambah dengan tatapan yang tajam dan menggertak. Siswa itu pun langsung menunduk, terlihat seperti orang ketakutan. Pasalnya, Pak bakir memang dikenal galak, bukan galak sih, hanya terlampau tegas dan disiplin.

“Kamu tahu ini sedang upacara, kenapa kamu cengengesan dan menjahili teman-temanmu yang lain?”

Siswa itu pun hanya bisa terdiam, semuanya peserta upacara pun semuanya diam, kecuali Pak Bakir yang terus menyemprot siswa yang Indah ketahui namanya adalah Dadang.

Kemudian Dadang kembali ke barisan nya dan amanat yang disampaikan Pak Bakir pun terpotong oleh nasihat-nasihat dadakan dari beliau.

“Kalian semua itu berdiri di tanah Indonesia maka kalian harus bisa menghormati negara ini!”

Indah pun spontan tersenyum puas. Bukan, bukan karena Indah tersenyum diatas harga diri Dadang yang turun karena ditegur di depan banyak orang, ya peserta upacara.

Melainkan karena setiap kalimat yang keluar dari mulut Pak Bakir mewakili suara hatinya yang sedari tadi ingin ia katakan. Jujur, Indah merasa sangat sedih jika melihat teman-temannya tidak malaksanakan upacara dengan khidmat.

“Akan bagaimana negeri indonesia ini ke depannya jika tidak ada yang meneruskan jasa para Pahlawan kita terdahulu?” ujar Pak Bakir . “Jika kalian tidak cinta Indonesia, tidak menghargai Para Pahlawan, maka kalian tidak punya sikap patriotisme! Bagaimana jika kita dijajah lagi? Apa kalian akan tetap seperti ini?” Tambah pak Bakir sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. “Asal kalian tahu, melaksanakan upacara dengan khidmat dan sempurna itu salah satu bukti cinta terhadap Indonesia!”

Semua bungkam, Nisa dan Pina yang sepuluh 15 menit lalu masih berisik asyik dengan seribu kata pun kini bungkam.

Sampai tiba saatnya, upacara berakhir dan para siswa langsung meninggalkan lapangan upacara.

Seminggu pun berlalu, Ya tetap di hari Senin namun hari ini tidak seperti Senin biasanya. Indah tidak bisa menahan untuk tidak mengulum senyum ketika upacara bendera berlangsung secara khidmat.

Karena cinta dan bela negara tidak harus diwujudkan dengan mengokang senjata, wujud cinta dan bela negara bisa kita tunjukkan dengan rasa cinta bangsa dan tanah air, salah satunya melaksanakan upacara bendera secara khidmat mengenang jasa Para Pahlawan.

Baca Juga : Contoh Cerpen Anak Sekolah

Apa itu cerpen?

Cerpen adalah sebuah karya sastra berbentuk prosa naratif fiktif. Isinya menceritakan kisah suatu tokoh serta segala konflik beserta penyelesaiannya, ditulis secara ringkas namun padat.

Sebutkan ciri-ciri cerpen?

1. Jumlah katakurang dari 10.000 kata.
2. Bersifat fiktif/ fiksi.
3. Hanya ada satu alur saja (alur tunggal).
4. Tulisannya singkat
5. Kejadian sehari-hari.
6. Kata-katanya mudah di pahami
7.Penokohan dalam cerpen sangat sederhana.
8. Cerita pendek bisa membrikan kesan dan pesan mendalam

Apa saja struktur cerpen?

1. Abstrak
2. Orientasi
3. Komplikasi
4. Evaluasi
5. Resolusi
6. Koda

Demikianlah pembahasan kami mengenai Materi Makalah Contoh Cerpen Pendidikan. Baca juga Contoh Cerpen Singkat. Semoga bermanfaat.

Related posts: