Cerita Fabel

Posted on

Cerita Fabel – Fabel adalah kata yang berasal dari bahasa latin yaitu “fabula” yang artinya cerita. Kata “fabula” sendiri diambil dari kata “fari” artinya berbicara dan akhiran “ula” yang artinya sedikit. Lebih lengkapnya langsung saja simak penjelasan kami mengenai Materi Makalah Cerita Fabel meliputi Pengertian, Ciri, Unsur, Simbol-Simbol Binatang, dan Contoh Cerita Fabel di bawah ini.

Cerita Fabel
Cerita Fabel

Pengertian Cerita Fabel

Fabel adalah kata yang berasal dari bahasa latin yaitu “fabula” yang artinya cerita. Kata “fabula” sendiri diambil dari kata “fari” artinya berbicara dan akhiran “ula” yang artinya sedikit.

Sehingga bisa diartikan fabel ini sebagai cerita yang pendek. Secara umum fabel diartikan sebagai dongeng binatang., atau dongeng yang menceritakan tentang binatang.

 Lebih jelasnya, fabel berisi tokoh binatang, tumbuh-tumbuhan, benda-benda yang tidak bergerak, maupun kekuatan alam lainnya yang memiliki kemampuan-kemampuan layaknya manusia misalnya berbicara, berjalan, makan, dan sebagainya.

Ciri-Ciri dan Karakteristik

Secara umum, ciri-ciri fabel yakni sebagai berikut :

  • Menggunakan tokoh utama atau tokoh lainnya (binatang) dalam ceritanya.
  • Binatang yang sebagai tokoh utama bisa bertingkah seperti manusia (berbicara dan berfikir)
  • Adanya penggambaran moral atau unsur moral dan juga karakter manusia serta adanya kritik mengenai kehidupan di dalam ceritanya.
  • Penceritaan pendek.
  • Kata-kata dalam yang sederhana dan mudah
  • Dalam cerita fabel, banyak diceritakan adalah antara karakter manusia yang kuat dan lemah.
  • Lebih banyak menggunakan setting alam.

Simbol Binatang Pada Cerita Fabel

Setiap binatang dalam cerita fabel biasanya akan di hubung-hubungkan dengan karakteristik tertentu dan digunakan sebagai simbol.

Babi hutan, ikan, burular, dan hewan ternak adalah contoh hewan yang paling sering digunakan sebagai simbol. Berikut ini adalah beberapa contoh binatang yang memiliki simbol positif dan negatif :

  1. Babi Hutan : kekuatan, kekayaan, dan keberanian
  2. Ikan : dikaitkan dengan ilmu pengetahuan
  3. Burung : keahlian, ilmu, dan keberanian bagi para prajurit.
  4. Kuda, babi, sapi : kesuburan.

Simbol binatang (negatif) :

  1. Ular : masalah, kejahatan, kelicikan.
  2. Naga : masalah, kehancuran, ketidak suburan.

Namun lambang-lambang binatang di atas tadi berbeda di masing-masing daerah, hal ini terkadang di sesuai dengan kebudayaan dan juga tradisi dari tiap-tiap daerah.

Seperti di Indonesia, binatang yang biasa dijadikan simbol negatif adalah ular, buaya dan serigala. Sedangkan, simbol positif seperti lumba-lumba, semut, dan lain-lain.

Baca Juga : Cerita Fiksi

Contoh Cerita Fabel

# Contoh Cerita Fabel

Kelinci dan Kura-Kura

Di sebuah hutan yang berada di pinggir desa ada seekor kelinci yang memiliki sifat yang sombong. Kelinci itu seringkali mengejek bianatang lain yang menurutnya lebih lemah dari keadaan fisiknya.

Hewan-hewan tersebut seperti siput, semut, kura dan hewan-hewan kecil lainnya tidak ada yang suka dengan kelinci yang sombong itu.

Suatu hari, si kelinci berjalan dengan angkuh nya tujuannya mencari lawan yang lemah untuk diejek nya. Kebetulan tengah perjalanan ia bertemu dengan kura-kura.

“Hei, kura-kura, si lamban, kamu jangan jalan aja dong, lari, biar cepat sampai.”

“Biarlah kelinci, jalan ku memang lambat. Tapi penting aku sampai ke tujuan dengan selamat, daripada cepat-cepat, aku takut nanti jatuh dan terluka.”

“Hei kura – kura, bagaimana kalau kita adu kecepatan dengan berlari ? Kalau kamu menang, akan akau beri hadiah apa pun yang kamu minta!”

Dalam hati kelinci berkata, “Mana mungkin si lambat ini akan mengalahkanku”

Kura-kura menjawab, “kelinci, mana mungkin mampu aku bertanding adu cepat denganmu kelinci, kamu mampu berlari dengan cepat bahkan bisa loncat-lancat kesana kesini, sedangkan aku berjalan selangkah demi selangkah ditambah lagi membawa rumahku yang berat ini.”

Kemudian kelinci itu pun mejawab, “Tidak bisa, kamu jangan menolak tantangan ku ini! Pokoknya besok pagi aku tunggu kamu di bawah pohon beringin itu. Aku akan menyuruh Serigala untuk menjadi wasit pertandingan kita nanti.”

Kura-kura pun hanya bisa diam melongo, seraya berkata di dalam hatinya “Mana mungkin aku mampu mengalahkan kelinci?”

Keesokan harinya si Kelinci sudah menunggu dengan sombong nya di bawah pohon beringin, yang menjadi tempat pertemuan untuk pertandingan adu kecepatan.

Ia tidak sendirian ada Serigala yang juga sudah datang dan bersiap menjadi wasit. Setelah Kura-kura tiba, Serigala berkata kepada kura-kura dan kelinci :

“Peraturannya pertandingan ini begini, kalian mulai dari garis yang ada di sebelah sana yang di bawah pohon mangga itu. Apakah kalian bisa lihat?”

Kelinci dan kura-kura menjawab, “Ya, bisa!”

“Nah, siapa yang tiba duluan di bawah pohon beringin ini, dialah pemenangnya.” kemudian kelinci dan kura-kura pun berjalan ke garis yang sudah ditentukan oleh serigala, tibalah mereka di garis itu

Serigala memulainya ; Oke, satu, dua, tiga, mulai!”

Kelinci segera meloncat mendahului kura-kura, yang mulai melangkah pelan karena dia tidak bisa meninggalkan rumahnya.

Dengan angkuh nya kelinci berkata ; “Ayo kura-kura, lari !” Baiklah aku tunggu di sini.”

Kelinci duduk sambil bernyanyi. Angin pin berhembus pelan dan sejuk, sehingga kelinci pun mengantuk dan tidak lama kemudian kelinci pun tertidur.

Dengan jalan yang sangat pelan, kura-kura melangkah sekuat tenaga. Dengan diam-diam kura-kura melewati kelinci yang sedang tertidur pulas. Beberapa langkah lagi kura-kurapun mencapai garis finish. Ketika itulah kelinci terbangun.

Betapa terkejutnya kelinci itu melihat kura-kura beberapa langkah lagi mencapai finish, sekuat tenaga kelinci itu berlari dan meloncat mengejar kura-kura.

Namun terlambat, kaki kura-kura sudah lebih dulu menyentuh garis finish dan serigala memutuskan bahwa pemenangnya kura-kura.

Si kelinci sombong itu pun hanya terdiam terhenyak, seolah ia tidak percaya bahwa ia bisa tertidur sangat lelap. Jadi siapa pemenangnya? tentu saja kura-kura.

Unsur Cerita Fabel

Unsur Intrinsik dari cerita fabel di atas yakni adalah sebagai berikut :

  • Tema
  • Alur

Cerita fabel tersebut menggunakan alur maju, mulai dari kelinci & kura-kura bertemu, lalu kemudian kelinci mengajak kura-kura untuk beradu kecepatan, hingga akhirnya kura-kura lah pemenangnya.

  • Latar

Di jalan, kelinci bertemu kura-kura dan mengejek si kura-kura

Di bawah pohon beringin, kelinci mengajak si kura-kura bertanding adu cepat

  • Penokohan

Kelinci :

  1. Sombong
  2. Angkuh
  3. Egois

Kura-Kura

  1. Rendah hati
  2. Sabar
  3. Pantang Menyerah

Serigala

  1. Netral (tidak memihak siapa pun).
  • Gaya Bahasa

Gaya bahasa yang digunakan pada cerita tersebut adalah bahasa yang tidak baku.

  • Amanat

Kita tidak boleh sombong kepada siapa pun karena adanya kelebihan yang kita miliki, karena kesombongan adalah sifat yang tidak baik.

Sebutkan unsur cerita fabel?

1. Tema
2. Alur
3. Latar
4. Penokohan
5. Gaya Bahasa
6. Amanat

Apa itu fabel?

Fabel adalah kata yang berasal dari bahasa latin yaitu “fabula” yang artinya cerita. Kata “fabula” sendiri diambil dari kata “fari” artinya berbicara dan akhiran “ula” yang artinya sedikit.

Sebutkan ciri-ciri cerita fabel?

1. Menggunakan tokoh utama atau tokoh lainnya (binatang) dalam ceritanya.
2. Binatang yang sebagai tokoh utama bisa bertingkah seperti manusia (berbicara dan berfikir)
3. Adanya penggambaran moral atau unsur moral dan juga karakter manusia serta adanya kritik mengenai kehidupan di dalam ceritanya.

Demikianlah pembahasan kami mengenai Materi Maklaah Cerita Fabel. Baca juga Contoh Teks Eksplanasi Pendidikan. Semoga bermanfaat.

Related posts: