Cerita Dongeng

Posted on

Dongeng adalah bentuk sastra kuno yang membahas karya fantasi atau fiksi yang luar biasa. Banyak masyarakat yang menganggap dongeng sebagai hal yang tidak benar-benar terjadi. Itu menjadi salah satu bentuk cerita tradisional yang diceritakan nenek moyang dari generasi ke generasi.

Dongeng memainkan peran dan fungsi penting dalam pendidikan moral dan juga dapat menghibur. Maka sudah tidak heran lagi apabila dongeng telah menjadi sesuatu yang sangat diminati, terutama di kalangan orang tua dalam mendidik anak-anak mereka.

Dongeng diceritakan berdasarkan kisah yang sangat sederhana. Dalam dongeng sendiri, pada umumnya karakter tidak diceritakan secara detail. Berikut adalah beberapa cerita dongeng yang dapat dijadikan sebagai inspirasi.

Cerita Dongeng
Cerita Dongeng

Contoh Cerita Dongeng

Berikut ini beberapa contoh cerita dongeng anak yang terpopuler, terbaik, singkat dan pendek yang sudah kami pilih dari berbagai kisah.

Cerita Dongeng Cermin Ajaib

Cermin Ajaib
Cermin Ajaib
Cermin Ajaib

Suatu ketika ada seorang raja bernama Granada, yang sedang mencari seorang istri. Dia pun mengadakan sebuah sayembara. Apabila ada yng ingin menjadi istrinya, maka harus melihat ke cermin ajaib, yang dapat menunjukkan kebaikan dan keburukan dalam kehidupannya.

Para wanita yang awalnya antusias ingin menjadi ratu, seketika patah semangat karena mendengar persyaratan tersebut. Mereka khawatir dan malu karena apabila mereka bercermin maka semua keburukan mereka akan diketahui.

Hanya ada satu wanita yang berani mengajukan diri. Dia adalah seorang gembala yang berasal dari keluarga kecil. Bukan karena dia merasa belum pernah berbuat keburukan. Namun menurutnya, semua orang pasti telah melakukan kesalahan. Selama Anda memiliki keinginan untuk memperbaikinya, semuanya bisa dimaafkan.

Tanpa ragu-ragu dan tanpa rasa takut, dia melihat ke cermin. Setelah itu, raja berkata bahwa cermin itu hanyalah cermin biasa. Dia hanya ingin menguji kepercayaan diri para wanita yang akan menjadi istrinya. Hingga ada akhirnya, mereka menikah dan hidup bahagia selamanya.

Cerita Dongeng Si Bodoh dan Keledai

Si Bodoh Dan Keledai
Si Bodoh Dan Keledai
Si Bodoh dan Keledai

Suatu hari ada seorang ayah dan seorang putra yang pergi sambil menuntun keledainya ke pasar. Mereka menemukan seorang pria yang berkata, “Dasar bodoh, kalian membawa keledai tetapi mengapa kalian berjalan kaki?” Maka sang ayah meminta putranya untuk menunggang keledai. Mereka melanjutkan perjalanan mereka.

Kemudian mereka bertemu pria yang lain lagi. Kali ini, pria itu berkomentar, “Kamu anak muda yang malas, mengapa dia naik keledai sendirian sementara ayahnya harus berjalan kaki?” Akhirnya sang ayah meminta putranya untuk turun, dan sekarang gilirannya ayahnya untuk menunggang keledai sementara anaknya berjalan kaki.

Tidak jauh dari sana, mereka bertemu sekelompok wanita yang saling berbisik, “Bocah yang malang, ayahnya menunggang keledai sementara dia berjalan kaki.” Bingung akan apa yang harus ia lakukan, sang ayah akhirnya mengajak putranya untuk naik hewan peliharaannya.

Sekali lagi, mereka bertemu penduduk setempat, dan mengejek, “Apakah kalian tidak malu membiarkan keledai malang itu membawa tubuh kalian yang besar?” Ayah dan anak turun. Setelah banyak pertimbangan, akhirnya mereka memutuskan untuk mengikat kaki keledai ke tiang. Keduanya kemudian melanjutkan perjalanan sambil memanggul tiang yang terikat keledai tersebut.

Orang-orang yang melihat mereka segera menertawakan kebodohan mereka. Ketika dia tiba di jembatan, salah satu ikatan keledai terlepas dan membuat keledai memberontak. Sayangnya, keledai itu terjatuh ke sungai dan akhirnya tenggelam. Pada akhirnya Ayah dan anak laki-laki kehilangan keledai mereka selamanya.

Cerita di atas mengajarkan kita bahwa kita tidak mungkin kita dapat mendengar dan mengikuti semua perkataan orang lain, lebih baik kita melakukan apa yang menurut kita benar selama itu tidak merugikan orang lain.

Cerita Dongeng Si Kancil

Si Kancil
Si Kancil
Si Kancil

Pada sebuah hutan terdapat sekelompok buaya yang sudah lama ingin mencicipi kelezatan daging kancil. Salah satu dari mereka mencoba mengikuti seekor kancil untuk mengetahui aktivitasnya.

Suatu hari, kancil itu ingin pulang setelah mencari makanan. Tetapi tiba-tiba dia dikejutkan oleh seekor buaya di hadapannya ketika dia hendak menyeberangi sungai. Kancil tahu dia akan di makan dan kancil segera mencari jalan keluar.

Kancil kemudian berkata bahwa dia benar-benar ingin menyerahkan diri. Tetapi dia meragukan dagingnya apakah cukup untuk semua buaya yang ada. Kemudian dia meminta semua buaya di sungai untuk berkumpul dan berbaris agar dia bisa menghitung jumlah mereka.

Buaya mengikuti instruksi si kancil. Mereka juga berbaris rapi dan membentuk formasi hingga ke seberang sungai menyerupai jembatan.

Secara cerdik, kancil melompat satu demi satu melewati punggung buaya sambil menghitung. Tanpa diduga, dia tiba di tepi sungai si kancil segera melarikan diri. Buaya sangat marah karena mereka telah membiarkan diri mereka dibodohi oleh kecerdikan si kancil.

Cerita di atas mengajarkan kita bahwa kecerdikan dapat mengalahkan kekuatan.

Cerita Dongeng Putri Duyung

Putri Duyung
Putri Duyung
Putri Duyung

Pada suatu hari terdapat seorang putri bungsu dari kerajaan laut, dia sering disebut sebagai putri duyung dan dia hidup bersama lima orang saudaranya. Diantara kelima saudaranya putri duyung terkenal sebagai putri tercantik yang memiliki suara paling merdu.

Suatu ketika terdapat sebuah kapal dari kerajaan di darat yang tenggelam karena badai yang mengerikan. Putri duyung melihat seseorang terdampar dan ternyata orang tersebut adalah seorang pangeran. Putri duyung kemudian jatuh cinta dengan sang pangeran. Dia menyelamatkan sang pangeran dan kemudian membawanya kembali ke kerajaan laut.

Begitu sampai di dasar laut, putri duyung merenungkan perasaan cintanya dan berputus asa, karena ia mengetahui bahwa pangeran tersebut tidak dapat hidup di air bersama putri dan putri duyung pun tidak bisa hidup daratan juga. Tetapi karena perasaan cintanya yang begitu besar, ia pergi ke penyihir jahat untuk meminta bantuan. Penyihir bersedia membantu putri duyung dengan memberinya sepasang kaki seperti halnya kaki manusia. Sebagai gantinya, putri duyung harus menggantinya dengan memotong lidahnya.

Dalam pemikiran putri duyung, apabila ia sudah bisa berjalan, bukan sebuah masalah jika ia tidak bisa berbicara dan bernyanyi. yang terpenting adalah dia bisa berjalan seperti orang normal. Ada pengorbanan lain yang harus ditebus oleh putri duyung. Jika sang pangeran menolak, ia akan mati dan berubah menjadi buih di lautan.

Singkat cerita pangeran bertemu dengan putri duyung yang kini memiliki sepasang kaki dan tangan. Keduanya menjalani hubungan yang tidak terpisahkan. Karena putri duyung tidak dapat berbicara, mereka tidak dapat berkomunikasi. Hanya dengan cahaya matanya sang putri duyung mencoba mengungkapkan perasaan dan pikirannya.

Putri duyung merasa sangat senang dengan keadaan seperti itu, yang paling penting adalah dia bisa bersama dengan pangeran, tetapi dia juga kesakitan. Ketika setiap kakinya melangkah ia merasa sangat sakit, terutama karena ia tidak mendapatkan kepastian apakah pangeran akan menjadikannya permaisuri atau tidak.

Ternyata pada akhirnya pangeran menikah dengan seorang putri dari bangsa manusia yang dapat berbicara, dengan seketika sang putri duyung berubah menjadi buih di lautan.

Cerita Dongeng Gajah dan Semut

Gajah Dan Semut
Gajah Dan Semut
Gajah dan Semut

Di suatu sore yang sangat cerah, terdapat koloni semut yang lebih suka tinggal di rumah. Mereka sedang santai sambil menikmati beberapa persediaan makanan. Tiba-tiba bumi tampak seperti bergoyang. Koloni semut panik.

“Gempa bumi!” Semua semut berteriak, mereka keluar dari sarang mereka yang terletak di tanah.

Tetapi ketika mereka keluar, mereka terkejut. Tampaknya ada kawanan gajah yang sedang mencari makanan di sana. Ya benar, Itu bukan gempa bumi, tapi ulah kawanan gajah. Ketika ketua koloni semut melihat hal itu, dia marah.

“wahai gajah, pergilah kalian dari sini! Ini daerah kami!” Teriak kepala koloni semut.

“Hahaha, apa kamu sedang bercanda, semut kecil? Hutan ini milik umum, jadi siapa saja bisa datang ke sini,” jawab kawanan gajah itu.

“Tapi kami tinggal di tempat ini terlebih dahulu!”, Jawab kepala koloni semut.

Namun, kawanan gajah menghiraukan ucapan kepala koloni semut. Mereka menganggap semut hanya sebagai binatang yang kecil. Kawanan gajah terus makan. Mereka bahkan tidak ragu untuk menghancurkan rumah koloni semut. Akibatnya koloni semut harus berlari tanpa daya agar tidak terinjak oleh kawanan gajah.

Di malam hari, setelah para kawanan gajah pergi, koloni semut kembali ke sarang mereka. Mereka berkumpul.

“Ini tidak bisa dibiarkan jika terus seperti ini, kawanan gajah bisa mengambil alih tempat kita,” protes salah satu semut. dan semua semut pun sepakat.

“Bagaimana jika kita bicarakan baik-baik dengan mereka, jika itu tidak berhasil, kita akan menyerang mereka,” kata pemimpin koloni semut itu.

Semua semut tercengang. Bagaimana mungkin tubuh kecil bisa melawan gajah yang besar? Tetapi kepala koloni semut dapat meyakinkan koloni itu. Koloni semut juga menyusun rencana untuk mengalahkan kawanan gajah.

Keesokan harinya kawanan gajah kembali. Kepala koloni semut menghalangi dan ingin berbicara secara baik-baik. Sayangnya, gajah tidak mau.

Akhirnya, koloni semut pun menyerang kawanan gajah. Koloni semut pun menyerang bagian dalam gajah seperti belalai dan telinga mereka. Kulit luar gajah keras tetapi tidak kulit bagian dalam. Ketika semut menggigit kulit bagian dalam, semua gajah mengalami rasa sakit dan mereka pun terjatuh. Pada saat itu, kawanan gajah menyadari bahwa semut walaupun kecil, tidak boleh diremehkan. Buktinya, sekarang mereka kalah dari semut.

Cerita di atas mengajarkan kita bahwa jangan memandang kekuatan hanya dari besar dan kecilnya fisik.

Cerita Dongeng Monyet yang Serakah

Monyet Yang Serakah
Monyet Yang Serakah
Monyet yang Serakah

Suatu hari terdapat seekor kura-kura yang sedang mencari makanan di hutan. Dia ingin memakan buah-buahan yang manis, buah manis tersebut hanya ada di dalam hutan.

Tiba-tiba, semua hewan dari arah berlawanan berlari sangat cepat. Mereka terlihat ketakutan. kura-kura bingung, dia juga mencegah monyet dan bertanya apa yang sedang terjadi.

“Monyet, Apakah yang sedang terjadi?, mengapa semua binatang berlari begitu cepat?” kura-kura bertanya.

“Ada pemburu, ayo cepat lari! jika tidak kamu akan ditangkap,” kata monyet dengan rasa panik.

Lalu kura-kura berbalik arah dan segera pulang. tiba-tiba…
Hap !!!
Kura-kura yang ditangkap oleh pemburu. Kemudian pemburu membawa kura-kura itu pulang.

Ketika pemburu sampai di rumah, kura-kura itu dimasukkan ke dalam kandang. Kakinya diikat dan diberi makan yang banyak.

“Kura-kura makanlah yang banyak, agar nanti kamu cepat besar dan memiliki daging yang banyak supaya keluargaku dapat memakan dagingmu dengan kenyang,” pikir si pemburu.

Sebenarnya, kura-kura masih takut dan bingung. Tetapi karena dia sangat lapar, dia segera memakan makanan itu. Tak lama kemudian, Monyet datang.

“Hai, kura-kura, rupanya kamu punya banyak makanan,” kata monyet.

“Ternyata benar bahwa pemburu sangat menyukai ku, dan sekarang aku tidak perlu khawatir lagi untuk mencari makanan di hutan,” jawab kura-kura itu.

“Jika aku bisa menggantikan kura-kura, aku pasti tidak akan kelaparan,” pikir monyet.

Monyet mencari sebuah cara. Monyet pun mendapatkan ide yang cemerlang.

“hai kura-kura, apa kamu tidak merindukan rumah dan keluargamu? Tentunya mereka mencarimu sekarang,” kata monyet.

“Monyet, benar juga katamu. Aku ingin pulang dan bertemu keluargaku” kata kura-kura itu dengan sedih.

“Jangan sedih kura-kura, aku siap menggantikan kamu” kata monyet yang berpura-pura ramah. Padahal, dia hanya menginginkan makanan yang dimiliki kura-kura saat itu.

Kemudian ikatan kura-kura dilepaskan dan digantikan oleh monyet. Monyet itu merasa sangat senang karena dia bisa mendapatkan makanan milik kura-kura. Begitu juga Kura-kura, ia bisa pulang kerumah bertemu keluarganya.

Setelah kura-kura pergi pulang, monyet yang serakah itu segera menghabiskan makanannya. Tetapi, tiba-tiba pemburu datang. Monyet pun menjadi takut. Pemburu bingung karena kura-kura telah menjadi monyet. Tetapi pemburu tidak peduli, asalkan dia bisa makan daging malam ini.

Sejak saat itu monyet yang serakah tidak pernah terlihat kembali di hutan.

Cerita di atas mengajarkan kita bahwa janganlah serakah seperti monyet, karena serakah hanya dapat merugikan diri sendiri.

Cerita Dongeng Bangau yang Licik

Bangau Yang Licik
Bangau Yang Licik
Bangau Yang Licik

Di sebuah danau yang kecil, terdapat sebuah kepiting yang hidup damai bersama teman-temannya yaitu ikan. Mereka hidup bahagia dan saling menyayangi.

Pada suatu hari teman lama kepiting yakni Bangau, terbang melintasi danau. Bangau kelaparan, namun tidak ada ikan di sungai karena di sungai terdapat banyak sampah. Tanpa sengaja, Bangau melihat Kepiting berbicara dengan ikan. Ketika bangau melihat hal itu, sebuah pikiran jahat terlintas olehnya.

“Hmm, sepertinya ada makanan enak” Bangau berkata, lalu terbang mendekati ke arah kepiting.

“Hai kepiting, tampaknya kamu terlihat sangat senang dengan para ikan itu,” kata bangau kepada Kepiting.

Kepiting hanya tersenyum mendengar ucapan bangau. Memang benar, kepiting hidup bahagia di danau kecil itu, karena ia memiliki banyak teman ikan.

“Tapi danau itu terlalu sempit untuk ikan, aku tahu danau yang lebih luas, dan tentunya teman-teman ikan kamu akan senang di sana,” bujuk bangau.

“Tidak perlu, kami senang di sini,” kata kepiting.

“Tapi di tempat baru itu, ikan pasti akan lebih bahagia,” bangau kembali membujuk. Kepiting pun berpikir sejenak.

“Aku akan membantu mereka untuk pindah,” Bangau melanjutkan.

“Baiklah, aku akan bertanya dulu kepada mereka,” kata kepiting.

Kepiting pergi menemui ikan. Ikan itu menerima tawaran Bangau. Kepiting segera kembali menemui bangau dan memberitahu berita tersebut. Satu per satu ikan menyerang dengan memasuki paruh bangau dan diterbangkan. Setelah semua ikan dibawa oleh bangau, kepiting merasa sangat kesepian.

Dengan tanpa sengaja, bangau kembali ke danau untuk minum. Kepiting menanyakan kabar dari teman-teman ikan nya. Bangau pun gugup dengan pertanyaan itu. Dia tidak bisa menjawab karena teman-teman ikan nya telah dimakan oleh bangau. Selain itu juga, kepiting meminta bangau untuk diantarkan ke tempat ikan.

“Aku bisa lebih senang apabila dapat memakan kepiting,” pikir bangau.

Bangau pun menyetujui permintaan kepiting untuk di antarkan menemui ikan. Namun ketika kepiting dibawa terbang oleh bangau, kepiting melihat tulang ikan yang berserakan di tanah. Dia yakin itu adalah tulang ikan temannya.

Kepiting marah karena bangau telah berbohong padanya. Dengan segera kepiting mencapit sayap bangau. Sehingga bangau merasa sakit dan terjatuh hingga sayapnya patah.

Cerita di atas mengajarkan kita bahwa janganlah mengkhianati sebuah kepercayaan yang telah diberikan kepada kita.

Demikian Cerita Dongeng yang dapat kami kumpulkan. Semoga cerita diatas dapat memotivasi dan menambah pengetahuan kita.

Baca Juga :